Sistem Informasi Psikologi
Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi
adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan,
diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang
berkenaan dengan akuntansi. Selama lima puluh tahun terakhir, sistem informasi akuntansi
telah diwakili oleh sejumlah pendekatan atau model yang berbeda. Tiap model baru berubah
karena adanya kelemahan dan keterbatasan dari model sebelumnya. Fitur yang menarik
dalam evolusi ini adalah model-model yang lebih lama tidak dengan segera digantikan oleh
teknik yang lebih baru. Jadi, pada suatu waktu, terdapat berbagai generasi sistem di berbagai
perusahaan yang berbeda, bahkan bisa sama-sama ada dalam sebuah perusahaan. Akuntan
yang modern perlu membiasakan diri dengan berbagai fitur operasional semua pendekatan
SIA yang mungkin akan dihadapinya.
diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang
berkenaan dengan akuntansi. Selama lima puluh tahun terakhir, sistem informasi akuntansi
telah diwakili oleh sejumlah pendekatan atau model yang berbeda. Tiap model baru berubah
karena adanya kelemahan dan keterbatasan dari model sebelumnya. Fitur yang menarik
dalam evolusi ini adalah model-model yang lebih lama tidak dengan segera digantikan oleh
teknik yang lebih baru. Jadi, pada suatu waktu, terdapat berbagai generasi sistem di berbagai
perusahaan yang berbeda, bahkan bisa sama-sama ada dalam sebuah perusahaan. Akuntan
yang modern perlu membiasakan diri dengan berbagai fitur operasional semua pendekatan
SIA yang mungkin akan dihadapinya.
Peranan Sistem Informasi
Sampai pada tahun
1960-an, peran sistem informasi masih sederhana yakni, memproses transaksi,
menyimpan data,accounting dan aplikasi proses data elektronik (electronic
data processing) lainnya. Kemudian pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi
awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak
dapat memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu
dibuatlah konsep decision support systems (DSS). Peranan baru ini
adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen untuk proses
pengambilan keputusan mereka.
Memasuki tahun
1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses mikrokomputer, aplikasi
perangkat lunak dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa yang disebut
dengan end user computing. Kemudian konsep executive information
systems (ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang
mudah bagi manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan
ketika sedang dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan
buatan atau artificial intelligence (AI) memberi gebrakan baru dalam
sistem informasi bisnis. Sistem pakar atau expert systems (ES) dan
sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem informasi.
Sebuah peran baru
yang penting lagi bagi sistem informasi muncul di tahun 1980-an dan diharapkan
terus berlanjut sampai ke tahun 1990-an. Peran tersebut adalah konsep peran
strategis (strategic role) dari sistem informasi yang disebut strategic
information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi diharapkan
dapat memainkan peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis
dari perusahaan. Hal ini memberikan tanggung jawab baru bagi sistem informasi
di dalam bisnis, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.
Hampir di seluruh
sektor bisnis di dunia ini menggunakan sistem informasi di perusahaan. Bukan
hanya itu, di setiap perusahaan selalu berusaha melakukan berbagai macam cara
untuk menggembangkan sistem informasi yang digunakan di perusahaan mereka. Hal
tersebut disebabkan karena sistem informasi memegang peranan yang cukup penting
dalam bisnis mereka. Adapun peranan dan fungsi utama dari sistem informasi
adalah :
1.
Mendukung Operasi Bisnis .
Mulai dari
akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi
menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari.
Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem
Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai
fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
2.
Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi
dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan
bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer
mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan
sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang
lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
3.
Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang
dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis
perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan bersaing di
pasar
Sumber
